Kasat Narkoba Polres Batu Bara Sambangi Panti Asuhan Darut Taufiq, Berbagi Sembako dan Edukasi Bahaya Narkoba

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Batu Bara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui aksi sosial “Jumat Berkah”. Kali ini, rombongan kepolisian menyambangi anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Darut Taufiq, Desa Guntung, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Jumat (27/2/2026). ​Kegiatan yang dimulai sekira pukul 10.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Batu…

Read More

Jebol,Tanggul Buatan Pemkab Madina Asal Jadi,Ratusan Hektar Padi di Huraba Terancam Gagal

Jebol,Tanggul Buatan Pemkab Madina Asal Jadi,Ratusan Hektar Padi di Huraba Terancam Gagal

| Madina – Tanggul buatan asal jadi oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) di Aek Sibontar Bonandolok kecamatan Siabu jebol hanya karena curah hujan yang tergolong sedang,Rabu malam kemarin (25/2/2026).

Nasib petani di Desa Huraba kini terancam puso atau gagal panen, karena ratusan Hektar pade yang sudah selasai tanam, bahkan sebagiannya sudah hampir menguning dikhawatirkan akan rusak karena terendam banjir.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, dimana sejak terjadinya banjir pada bulan November 2025 yang lalu hingga sampai sekarang ini seratusan hektar lahan pertanian di Desa Huraba tidak bisa dikelola dengan baik, maka dikwatirkan akan berpengaruh kepada ketersediaan pangan dan akan berdampak kepada perekonomian masyarakat di Desa tersebut.

“Dulu sebelum jebolnya tanggul aek sibontar pada waktu terjadinya banjir pada bulan November 2025 yang lalu, kalau hujan sedikit lahan pertanian kami tidak terendam, namun sekarang ini hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah terendam banjir,” ujar Salah seoran petani bermarga Pulungan di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Kamis (26/02/2026).

Dilanjutkan Pulungan, beberapa waktu yang lalu kita sebagai petani di Desa Huraba merasa lega karena berdasarkan Janji Bupati Mandailing Natal Tanggul Aek Sibontar diperbaiki dengan menggunakan alat berat, namun yang mengherankan kepada kita sebagai petani, hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah tergenangi air yang mengakibatkan kita sudah beberapa kali melakukan penanaman, namun tetap saja mengalami fuso akibat direndam oleh air.

“Dulu tanggul ini sudah pernah diperbaiki oleh masyarakat petani dengan swadaya masyarakat menggunakan alat berat, namun sejak itu kalau datang hujan sedikit lahan kami tidak tergenangi air, namun kali ini yang diperbaiki oleh Pemerintah hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah digenangi air, apa ini akibat pekerjaan yang asal-asalan kita tidak mengetahuinya, untuk itu kami para petani berharap kepada Bupati Mandailing Natal menelusuri perbaikan tanggul yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu,” harap petani.

Hal yan sama juga disampaikan oleh para petani lainnya, dimana dia mengatakan sejak terjadinya banjir besar beberapa waktu yang lalu hingga sekarang ini mereka sudah mengalami kerugian yang cuiup besar, karena sudah tiga kali melakukan penanaman padi di areal persawahan mereka namun tetap gagal akibat terendam air.

“Kalau seperti ini terus, kita para petani akan mengalami kerugian yang cukup besar lagi, karena setiap kita melakukan penanaman selalu saja direndam air, akibat luapan air sungai Aek Sibontar, padahal beberapa waktu yang lalu sudah di perbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, namun bagaimana perbaikannya kita tidak mengetahui dengan jelas,” ujarnya.

Dilanjutkannya, memang ada desas desus yang kita dengar bahwa perbaikan tanggul tersebut mempergunakan alat berat, namun tidak semua menggunakan alat berat, dimana desas desus yang ada perbaikan tanggul tersebut dilakukan dengan manual, sampai dimanalah kekuatan tanggul dengan menggunakan tenaga manusia.

“Kita berkeyakinan kejadian ini tidak diketahui oleh Bupati Mandailing Nata, untuk itu kita sangat berharap kepada Bupati Mandailing Natal menyelidikinya dengan baik, hal ini demi kelangsungan pertanian di Desa Huraba dan sekitarnya, karena kalau hujan sedikit saja sudah seratusan hektar lahan pertanian masyarakat yang terendam air yang mengakibatkan kerugian yang besar bagi petani, dan akan berpengaruh kepada ketersediaan pangan di Kabupaten Mandailing Natal, karena Kecamatan Siabu merupakan lumbung pangan di Kabupaten Mandailing Natal ini,” tegas para petani

Lahan Petanian warga di Desa Huraba yang dikwatirkan akan mengalami fuso akibat terendam air diduga akibat perbaikan tanggul yang dikerjakan asal-asalan.

Read More

14 Tahun Tanpa Kepastian, Ali mutiara, Desak Pengembalian Hutan Adat dari PT PSU

14 Tahun Tanpa Kepastian, Ali mutiara, Desak Pengembalian Hutan Adat dari PT PSU

Madina ,Belasan tahun menunggu tanpa hasil, masyarakat Lingga Bayu yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Sikap Mandiri akhirnya mencapai titik jenuh. Nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin selama 14 tahun dengan PT Perkebunan Sumatera Utara (PT PSU) dinilai gagal total dalam menyejahterakan rakyat.

Sebanyak 600 anggota KUD yang seharusnya sudah menikmati Sisa Hasil Produksi (SHP) dari kebun produktif, kini hanya bisa gigit jari. Lahan yang diserahkan oleh Lembaga Adat Lingga Bayu dengan harapan menjadi motor penggerak ekonomi warga, justru terbengkalai dan tidak memberikan azas manfaat sama sekali.

Kekecewaan warga semakin memuncak setelah beredarnya informasi dari manajemen PT PSU di Medan yang menyatakan bahwa perusahaan tidak memperoleh penyertaan modal dari APBD Provinsi Sumatera Utara. Kondisi keuangan perusahaan yang tidak likuid ini dinilai menutup pintu rapat-rapat bagi terwujudnya lahan plasma yang dijanjikan.

” Sangat tidak mungkin lahan adat itu menjadi plasma jika perusahaan ‘Bapak Angkat’ dalam kondisi tidak sehat secara finansial. Ini bukan lagi sekadar keterlambatan, tapi bentuk penzaliman terhadap hak-hak masyarakat adat,” ujar Ali Mutiara Rangkuti salah satu anggota KUD Sikap Mandiri, Kamis (26/2).
Di sampaikan Anggota KUD lewat bay WhatsApp pada awak media dan tim

Menyikapi kebuntuan ini, Ali Mutiara tokoh Pantai barat mendesak langkah nyata dari pemangku kepentingan setempat seperti Camat Lingga Bayu dan Pengurus KUD didesak untuk segera memfasilitasi pertemuan dengan Direktur PT PSU serta Gubernur Sumatera Utara guna meminta pengembalian Hutan Adat, agar masyarakat bisa mencari mitra strategis atau “Bapak Angkat” baru yang lebih kompeten dan memiliki modal kuat, dengan persetujuan Bupati Mandailing Natal (Madina).

” Segera melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk mengganti Ketua KUD yang telah mengundurkan diri, demi menjamin legalitas dan kelancaran birokrasi koperasi,” lanjut Ali Mutiara.

” Kami butuh kepastian, bukan janji di atas kertas yang sudah usang selama 14 tahun. Tanah itu adalah tanah adat kami, tujuannya untuk kesejahteraan, bukan untuk dibiarkan tidur tanpa hasil,” tambahnya lagi.

Read More

Patroli Malam Polsek Labuhan Ruku Antisipasi Tawuran dan Gangguan Kamtibmas di Batu Bara

Personel Polsek Labuhan Ruku melaksanakan patroli malam guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Patroli digelar secara mobile menggunakan kendaraan dinas dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas….

Read More

Grebek Gubuk di Medang Deras, Sat Resnarkoba Polres Batu Bara Ringkus Pemilik Ganja Kering

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Batu Bara kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, petugas berhasil meringkus seorang pria terduga pengedar daun ganja kering di kawasan Kecamatan Medang Deras, Selasa (24/2/2026). ​Tersangka yang diamankan berinisial I alias Atan (48), seorang wiraswasta warga Dusun Masjid Barat, Desa Lalang, Kecamatan…

Read More

Sat Samapta Polres Batu Bara Perketat Pengamanan Pasar Tumpah, Antisipasi 3C Selama Ramadhan

Personel Satuan Samapta Polres Batu Bara melaksanakan pengamanan di sejumlah pasar tumpah yang tersebar di wilayah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB hingga selesai itu difokuskan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah potensi kejahatan 3C—pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan…

Read More

Di Duga MA Tolak PK Hermanto, Tembok ‘Penyerobot’ Lahan di Sei Nangka Harus Dibongkar: Azhar Lubis Menangis Minta PN Tanjung Balai Segera Eksekusi!

​ Kepastian hukum terkait sengketa lahan di Dusun I, Desa Sei Nangka, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, akhirnya mencapai babak akhir di tingkat tertinggi. Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia secara resmi menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Hermanto dalam perkara penyerobotan lahan milik Azhar Lubis. ​Dalam amar putusan Nomor 819…

Read More

​Gempur Peredaran Narkoba, Unit Reskrim Polsek Labuhan Ruku ‘Sikat’ Pengedar Sabu di Kafe Jingger

Komitmen jajaran Polres Batu Bara dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil manis. Kali ini, tim Unit Reskrim Polsek Labuhan Ruku berhasil meringkus seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar sabu saat tengah asyik berada di sebuah kafe. ​Tersangka berinisial IS (32), warga Desa Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu…

Read More

Bupati Madina Safari Subuh Jemput Aspirasi Masyarakat

Bupati Madina Safari Subuh Jemput Aspirasi Masyarakat

Tambangan, Diskominfo – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution memanfaatkan Ramadan 1447 Hijriah untuk berkunjung ke desa/kelurahan dalam rangka salat Subuh berjamaah dan mendengarkan keluh kesah atau aspirasi masyarakat setempat.

Seperti hari ini, Kamis (26/2/26), Bupati Saipullah didampingi Pj. Sekda Sahnan Pasaribu, Asisten II Afrizal Nasution, Inspektur Munawar sejumlah kepala bagian di sekretariat daerah, dan Kepala Bidang Diskominfo mengikuti salat Subuh berjemaah di Masjid Al – Muhktar Kelurahan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan.

“Kami hadir di subuh hari melihat kendala, melihat sesuatu yang mungkin menjadi hambatan bagi kaum muslimin dan muslimat dalam rangka melaksanakan ibadah Ramadan,” kata dia.

Lebih lanjut, bupati menjelaskan kehadiran dirinya dan rombongan juga ingin mendengar langsung kondisi perekonomian masyarakat, pelayanan publik, dan pendidikan di desa/kelurahan yang dituju.

Dalam kesempatan ini, Bupati Saipullah memerintahkan lurah setempat untuk berkoordinasi dengan masyarakat terkait hal-hal yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah. “Insyaallah nanti kami dari kabupaten akan mendorong dan memfasilitasinya,” lanjut dia.

Di sisi lain, Saipullah mengajak masyarakat memakmurkan masjid, terlebih di bulan Ramadan. Dia juga mengingatkan agar saling membantu dan berbagi rezeki. Sebagai motivasi, bupati menceritakan semangat berbagi warga di Arab Saudi pada Ramadan seperti saat ini.

“Di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram, itu masyarakat pada bulan puasa begini berlomba-lomba untuk memberikan bukaan puasa kepada kaum muslimin dan muslimat yang ada di masjid maupun di luar masjid,” sebut dia.

Sama seperti safari subuh sebelumnya, Bupati Saipullah menyerahkan mushaf Al-Qur’an dan kain sarung kepada jemaah.

Camat Tambangan Enda Mora Lubis, Lurah Laru Lombang Hendri, dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat turut menyambut kedatangan rombongan bupati.

Read More

Jaga Kekhusyukan Ramadhan, Polsek Labuhan Ruku Gelar Patroli Subuh Antisipasi Tawuran dan Balap Liar

​Guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif selama bulan suci Ramadhan 1447 H, jajaran Polsek Labuhan Ruku meningkatkan intensitas pengamanan di wilayah hukumnya. Pada Kamis (26/2/2026) dini hari, sejumlah personel dikerahkan untuk menyisir titik-titik rawan guna mengantisipasi aksi tawuran remaja hingga balap liar. ​Patroli yang dimulai sekira pukul 05.00 WIB ini menyasar beberapa lokasi yang kerap…

Read More