Wwwbusertipikor.comPEKANBARU: Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru, mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana Korupsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari tingkat pusat hingga daerah, khususnya Sumatera Utara. Demikian hal ini disampaikan Oleh Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, Kamis Malam(03/06) Via Selular dari Kota Pekanbaru…
Kadinkes Batu Bara Ditahan Kajari Batu Bara dan di Tetapkan Sebagai Tersangka Kasus BTT TA.2022
Batu Bara// busertipikor.com Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Batubara Oppon B Siregar dalam siaran persnya Nomor : 04/Penkum/ 02/2026 menyebutkan, penahanan dua tersangka ini dalam kasus realisasi dana BTT Tahun anggaran 2022.
“Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Batubara telah menemukan alat bukti yang cukup dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara terkait realisasi Dana BTT dalam beberapa Pekerjaan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2022 ,” ujar Oppon.
Realisasi dana BTT dalam beberapa Pekerjaan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batubara tahun anggaran 2022 dengan pagu anggaran sebesar Rp5.170.215.770.
Kegiatan yang dikelola tersangka ini telah mengakibatkan Kerugian Negara/Daerah sebesar Rp1.158.081.211 yang mana perhitungan tersebut berdasarkan Pemeriksaan Penghitungan Kerugian Negara (PKKN) yang dilakukan oleh ahli, sebagaimana diatur dalam Pasal 603 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Tersangka E bertindak sebagai PPK dan tersangka DS sebagai PPTK pada realisasi dana BTT dalam beberapa pekerjaan pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2022 di Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara.
“Penetapan Tersangka E dan Tersangka DS berdasarkan surat penetapan tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Batu Bara nomor PRINT-01/L2.32/Fd.2/02/2026 tanggal 19 Februari 2026 dan nomor: PRINT-02/L.2.32/Fd.2/02/2026 tanggal 19 Februari 2026,” terang Oppon.
Kedua tersangka dilakukan penahanan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhanruku selama 20 hari terhitung sejak tanggal 19 Februari 2026 sampai dengan tanggal 10 Maret 2026.


