Wwwbuaertipikor.com SIABU, Mandailing Natal (Madina) – Sabtu, 01 Agustus 2026 – Sebuah langkah konkrit dalam menyelamatkan ketahanan pangan daerah dilakukan hari ini di Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Camat Siabu, Ahmad Fadhlan Lubis, S.Sos., M.M., secara langsung mendampingi Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Mandailing Natal dalam sebuah aksi massal pemberantasan hama tikus, atau yang dikenal secara…
Sinergi Pemda dan Petani: Camat Siabu Ahmad Fadhlan Lubis Dampingi Kadistan Madina Gropyokan Massal Berantas Hama Tikus
Wwwbuaertipikor.com
SIABU, Mandailing Natal (Madina) – Sabtu, 01 Agustus 2026 – Sebuah langkah konkrit dalam menyelamatkan ketahanan pangan daerah dilakukan hari ini di Siabu, Kabupaten Mandailing Natal. Camat Siabu, Ahmad Fadhlan Lubis, S.Sos., M.M., secara langsung mendampingi Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Mandailing Natal dalam sebuah aksi massal pemberantasan hama tikus, atau yang dikenal secara lokal sebagai kegiatan “Gropyokan”.
Kegiatan yang berlangsung di area persawahan produktif Siabu ini melibatkan kolaborasi penuh antara aparat pemerintah daerah dan kelompok tani setempat. Inisiatif ini diambil sebagai respon cepat terhadap laporan petani mengenai serangan hama tikus yang mengancam puluhan hektar lahan padi di wilayah tersebut.
Acara ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Kadistan Madina) di dampingi ahmad fadhlan lubos.sos.m.m. Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah para penyuluh pertanian lapangan (PPL), perangkat desa, dan puluhan petani yang tergabung dalam kelompok tani di Kecamatan Siabu.
Kegiatan utamanya adalah pelaksanaan “Gropyokan”, yaitu metode pengendalian hama tikus secara terpadu dan massal yang dilakukan dengan cara berburu dan membasmi tikus secara langsung di sarang-sarang yang ditemukan di sekitar area persawahan. Selain aksi fisik, para petani juga diberikan sosialisasi mengenai penggunaan rodentisida yang aman dan ramah lingkungan.
Hama tikus telah menjadi momok bagi para petani di Siabu dalam beberapa musim tanam terakhir. Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman padi muda, yang jika dibiarkan akan berpotensi menurunkan hasil panen secara drastis atau bahkan menyebabkan gagal panen total (puso). Intervensi segera dari pemerintah dinilai sangat krusial untuk mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar bagi para petani.
Aksi gropyokan ini dilaksanakan secara terpusat di blok persawahan utama Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi potensial di wilayah tersebut.
Pemberantasan hama massal ini dilakukan pada hari Sabtu pagi, tepatnya tanggal 01 Agustus 2026. Waktu pagi hari dipilih karena aktivitas tikus di luar sarang masih tinggi, sehingga efektivitas pemusnahan bisa maksimal.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel bersama di kantor desa setempat, di mana Camat Siabu dan Kadistan memberikan pengarahan teknis mengenai strategi gropyokan yang aman dan efisien. Setelah pengarahan, tim gabungan yang terdiri dari petani dan petugas langsung terjun ke lapangan. Menggunakan berbagai peralatan sederhana seperti cangkul, tongkat, dan jaring, mereka menyisir pematang sawah dan mencari lubang-lubang persembunyian tikus. Tikus-tikus yang tertangkap kemudian dimusnahkan. Metode ini juga diintegrasikan dengan pemasangan umpan beracun di jalur-jalur perlintasan tikus.
Camat Siabu, Ahmad Fadhlan Lubis, S.Sos., M.M., menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung sektor pertanian. “Hari ini kami turun langsung bersama Kadistan untuk merespons keluhan bapak-bapak petani. Kita tidak bisa membiarkan hama ini terus merajalela. Sinergi antara pemerintah dan petani adalah kunci. Kegiatan Gropyokan ini bukan hanya tentang membasmi tikus hari ini, tapi juga tentang membangun kesadaran kolektif dan pola penanganan hama yang berkelanjutan di Siabu,” ujar Ahmad Fadhlan di sela-sela kegiatan.
Senada dengan Camat, Kepala Dinas Pertanian Madina menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar perlindungan tanaman pangan. “Pemberantasan hama tikus ini adalah langkah preventif untuk mengamankan target produksi beras kita tahun ini. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan ketersediaan sarana pengendalian hama bagi petani,” jelas Kadistan.
Dengan dilakukannya aksi ini, para petani di Siabu merasa optimis dan termotivasi untuk kembali merawat tanaman padi mereka. Mereka berharap langkah preventif ini dapat menjaga stabilitas produksi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani di musim panen mendatang.
Kecamatan Siabu merupakan salah satu wilayah agraris yang signifikan di Kabupaten Mandailing Natal, dengan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani padi sawah dan palawija.
penulis: ihsan siregar


