Wwwbusertipikor.com Medan, – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution didaulat sebagai pembicara utama dalam panel diskusi bertajuk Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditas Unggulan: Integrasi Perkebunan Presisi dan Manajemen Rantai Pasok Pisang Kepok di Universitas Medan Area (UMA), Medan, pada Sabtu,, 25 Juli 2026. Panel diskusi ini merupakan bagian dari implementasi Memorandum of Undestanding (MoU) antara…
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MTsN 4 Madina Tahun Ajaran 2026-2027 Resmi Dibuka
MANDAILING NATAL –busertipikor.com- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Mandailing Natal yang berlokasi di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, secara resmi membuka penerimaan murid baru untuk tahun ajaran 2026-2027. Sekolah berbasis keagamaan ini terus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu lembaga pendidikan favorit bagi lulusan Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut.

Tingginya minat masyarakat terhadap madrasah ini diakui oleh para orang tua calon siswa. Suhartono, salah satu orang tua calon murid, mengungkapkan bahwa pilihannya jatuh pada MTsN 4 Madina bukan hanya karena keinginan sang anak, tetapi juga karena status sekolah tersebut sebagai sekolah unggulan di Kecamatan Siabu.
”Sekolah ini merupakan sekolah favorit yang banyak mencetak siswa berprestasi. Selain mata pelajaran umum, porsi mata pelajaran keagamaan yang lebih banyak menjadi pertimbangan utama kami sebagai orang tua agar anak memiliki pondasi iman yang kuat,” ujar Suhartono pada Rabu (15/04/2026).
Ia juga menambahkan bahwa proses seleksi masuk sekolah ini cukup kompetitif, di mana salah satu tahapannya melibatkan uji kompetensi dasar keagamaan. “Untuk masuk ke sini juga harus melalui tes membaca Al-Qur’an,” imbuhnya.
Menanggapi antusiasme masyarakat, Kepala Sekolah MTsN 4 Madina, Maraluddin, menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an memang menjadi syarat mutlak dalam proses penerimaan siswa baru. Menurutnya, literasi Al-Qur’an merupakan kunci agar siswa dapat mengikuti ritme pembelajaran di madrasah dengan baik.
”Dalam penerimaan murid, salah satu persyaratan utama adalah harus bisa membaca Al-Qur’an. Hal ini penting agar pola pikir anak lebih siap dalam menyerap mata pelajaran yang diberikan oleh para guru selama proses belajar mengajar nanti,” jelas Maraluddin.
Lebih lanjut, Maraluddin menekankan bahwa visi sekolah tidak hanya terpaku pada aspek kognitif atau kecerdasan intelektual semata.
”Kami sebagai pendidik berpegang teguh pada nilai-nilai agama. Target kami bukan hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah (akhlak mulia) yang terjaga,” pungkasnya.
Penulis: Ihsan Siregar


