Batu Bara// Harapan masyarakat Dusun IV Desa Kapal Merah, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, untuk segera menikmati fasilitas air bersih kian mendekati kenyataan. Hal itu ditandai dengan berhasil dinaikkannya tandon air oleh personel Satgas TMMD Ke-129 TA 2026 Kodim 0208/Asahan sebagai bagian dari Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) melalui TNI Manunggal Air…
Minggu Kasih di Batu Bara: Kala Satlantas Menepis Sekat dengan Sembako
Di bawah terik matahari yang menyengat jalur lintas Sumatera, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara melakukan langkah tak lazim pada Minggu siang, 22 Maret 2026. Alih-alih hanya berdiri dengan peluit untuk mengatur ritme kendaraan pasca-lebaran, para personel kepolisian ini justru menepi dan menghampiri warga.
Momentum tersebut merupakan bagian dari kegiatan “Minggu Kasih”, sebuah inisiatif yang digulirkan Polres Batu Bara untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menunjukkan sisi humanis Korps Bhayangkara di tengah hiruk-pikuk arus lalu lintas kabupaten.
Diplomasi Kemanusiaan di Jalan Lintas
Tepat pukul 13.00 WIB, Kasat Lantas Polres Batu Bara, AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., didampingi Kaurmintu Ipda Joko Susanto, terlihat memimpin langsung pembagian bantuan sosial (bansos). Mereka menyisir titik-titik di sepanjang jalan lintas kabupaten, menemui masyarakat yang tengah beraktivitas di pinggir jalan maupun para pengguna jalan yang membutuhkan.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Bagi AKP Simon, kegiatan ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah rakyat melalui instrumen kepolisian.
”Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan saat ada penindakan hukum atau pengaturan lalu lintas semata. Ada dimensi kepedulian sosial yang ingin kami sampaikan melalui bantuan sembako ini,” ujar Simon di sela-sela kegiatannya.
Merawat Kepercayaan Publik
Di balik seragam cokelat yang identik dengan ketegasan, Satlantas Polres Batu Bara mencoba menenun kembali kedekatan emosional dengan warga. Melalui paket-paket bahan pokok yang diserahkan, polisi berupaya mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi masyarakat sembari memberikan edukasi ringan mengenai ketertiban berlalu lintas.
Strategi “jemput bola” ini diharapkan mampu mereduksi jarak antara aparat dan rakyat. Kepolisian meyakini bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) akan lebih mudah tercipta jika ada rasa saling percaya dan silaturahmi yang terjaga dengan baik.
Hingga kegiatan berakhir, suasana di sepanjang jalur lintas terpantau kondusif. Warga menyambut hangat uluran tangan para petugas, menciptakan harmoni kecil di tengah padatnya arus transportasi Sumatera. Program Minggu Kasih ini pun menjadi penanda bahwa di balik pengaturan aspal yang kaku, ada denyut empati yang tetap dijaga oleh Polres Batu Bara. (Red/Boys-3)


