GERAK CEPAT! Polairud Batu Bara Selamatkan 64 Nyawa dari Kapal Karam, Kapolres Sambut Haru dengan Upah-upah

Drama penyelamatan nyawa di tengah laut kembali menghiasi bumi pertiwi. Sebanyak 64 penumpang kapal nelayan yang sempat terombang-ambing akibat kerusakan mesin di perairan Pulau Salah Namo, Kabupaten Batu Bara, akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Personel Polairud Tanjung Tiram, Selasa (24/3/2026) dini hari.

​Keberhasilan evakuasi ini tidak hanya menjadi bukti kesiapsiagaan aparat, tetapi juga menyisakan momen haru. Kedatangan para korban di Pelabuhan Tanjung Tiram disambut langsung oleh Kapolres Batu Bara bersama Bupati Batu Bara, perwakilan Danlanal Tanjung Tiram, PJU Polres Batu Bara, serta personel Polsek Labuhan Ruku.

​Peristiwa mengerikan ini bermula pada Senin (24/3) sore sekira pukul 16.00 WIB. Kapal yang membawa rombongan wisatawan asal Medan dan Pekanbaru itu mengalami kerusakan mesin fatal saat menuju destinasi wisata Pulau Salah Namo. Kondisi berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika air laut mulai merembes masuk memenuhi kapal. Tak punya pilihan, puluhan penumpang terpaksa menyelamatkan diri ke pesisir pulau sesaat sebelum kapal mereka karam ke dasar laut.

​Mendengar laporan darurat, Sat Polairud Tanjung Tiram langsung beraksi. Pada pukul 18.00 WIB, tim bergerak cepat dengan menyewa dua unit kapal nelayan setempat demi menjangkau lokasi. Perjuangan membuahkan hasil, seluruh penumpang ditemukan bertahan di bibir pantai dalam kondisi selamat meski diselimuti rasa trauma.

​Proses evakuasi dari pulau dimulai pukul 20.30 WIB. Setelah menembus gelapnya malam dan ombak laut selama berjam-jam, sekira pukul 02.30 WIB dini hari, seluruh rombongan tiba di daratan utama.

​Bukan sekadar prosedur, sambutan hangat diberikan oleh Forkopimda Batu Bara. Kapolres Batu Bara dan jajaran segera memberikan bantuan logistik berupa makanan dan minuman hangat. Tak ketinggalan, sebagai bentuk kepedulian dan pemulihan psikologis, para penumpang diberikan upah-upah—tradisi lokal untuk memulihkan semangat seseorang setelah mengalami musibah.

​”Ini adalah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Keselamatan warga adalah hukum tertinggi. Kami berikan pertolongan pertama dan upah-upah agar trauma mereka berkurang,” ungkap Kapolres Batu Bara di lokasi.

​Berdasarkan data, 64 orang yang diselamatkan terdiri dari wisatawan asal Medan dan Pekanbaru serta dua ABK. Seluruhnya dipastikan sehat tanpa ada korban jiwa. Usai didata, para korban dipulangkan ke daerah masing-masing menggunakan bus bantuan Pemkab Batu Bara dan kendaraan pribadi.

​Namun, urusan hukum tetap berlanjut. Sat Reskrim Polres Batu Bara kini tengah memeriksa dua ABK kapal secara intensif guna mendalami penyebab kecelakaan laut tersebut.

​Kapolres Batu Bara pun memberikan imbauan tegas kepada para penyedia jasa wisata laut. “Kami minta pastikan kapal layak layar dan utamakan keselamatan. Jangan main-main dengan nyawa manusia. Perhatikan faktor cuaca dan kelaikan armada agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

​Sinergi apik antar-instansi ini menjadi bukti nyata bahwa respon cepat dapat mencegah tragedi maut di perairan Sumatera Utara.

Sumber : Humas Polres Batu Bara

Jurnalis : Red/Boys-3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *