Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara dipimpin oleh kasatresnarkoba AKP ARIFIN PURBA,SH.,M.H. kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Batu Bara. Dalam rangka Operasi Antik Toba 2026, personel Satresnarkoba berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis sabu dan mengamankan dua orang tersangka beserta yang merupakan TO dalam operasi Antik Toba 2026,berserta barang…
Curhat Usai Makan Hari Terakhir di Jamcab Kwarcab Asahan 2026
Asahan, Busertipikor.com
Di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang di Indonesia, Gerakan Pramuka dinilai menjadi salah satu wadah efektif dalam menanamkan nilai persatuan, toleransi, sekaligus membentuk karakter generasi muda sejak dini.
Hal ini disampaikan Ketua Ranting Kota Kisaran Barat, H Utomo SAg di lokasi Jambore Cabang Kwartir Cabang Asahan di Alun alun Kota Kisaran, Sabtu (16/5/2026)
Menurutnya, konsep “satu tenda” dalam kegiatan perkemahan bukan sekadar simbol, melainkan pengalaman nyata hidup bersama tanpa membedakan latar belakang.
“Dalam pramuka, kita tidak ditanya dari suku mana atau agama apa, yang penting kita satu tim,” ujar Utomo yang juga merupakan Bupati Jambore Cabang Asahan.

Ia menjelaskan, berbagai aktivitas seperti makan bersama, tidur dalam satu tenda, hingga saling membantu sesama anggota menjadi cara sederhana namun efektif dalam menanamkan nilai kebersamaan dan toleransi.
Selain itu, nilai-nilai tersebut diperkuat melalui Trisatya dan Dasa Dharma yang menjadi pedoman dasar dalam kehidupan anggota pramuka.
Makan bersama adalah suatu kegiatan yang di tunggu tunggu peserta jambore Cabang (Jamcab)
usai melakukan rangkaian kegiatan demi kegiatan.
Di hari akhir Jamcab sebelum pembongkaran tenda, di pagi hari para pimpinan kontingen dan pembimbing pendamping di sibukkan dengan menyiapkan menu sarapan. Seperti dilokasi Kontingen Kwartir Ranting Kota Kisaran Barat mereka menyiapkan menu spesial nasi goreng telur dan dimsum udang.
Luither Pimpinan kontengen berperan sebagai Chef didampingi Bayu dan Sri usai sholat subuh sudah mulai meracik menu untuk sarapan ratusan peserta dan pendamping.
Sarapan pagi adalah “bahan bakar” pertama yang sangat penting setelah tubuh berpuasa semalaman saat tidur.
“Rutinitas ini krusial untuk mengembalikan energi, meningkatkan konsentrasi otak, mengontrol berat badan, serta menstabilkan gula darah agar peserta tetap produktif sepanjang hari,” ujar Luither.
Usai sarapan
Naliza salah seorang peserta putri dari kontingen Kwaran Kota Kisaran Barat merasa senang ikut jambore.
“Senang ketemu teman baru dan kepingin lanjut ikut ke jambore Daerah, tapi saya kwatir nenek tidak izin kan saya kakak, karena kedua orang tua saya sedang bekerja di Negeri Seberang,” ujarnya.
Berbeda dengan Bintang salah seorang peserta putra dari kontingen Kwaran Kota Kisaran Barat merasa senang sekaligus sedih.
” Saya kepengen kali lanjut ke jambore Daerah kakak, tapi saya sedih karena selama mengikuti jambore cabang kedua orang tua saya tidak pernah hadir, mungkin mereka sibuk kerja carik duit kan buat saya juga kakak,” ujar bintang dengan sedih.
( Red / boys- 3)



