BENGKULU DIGUNCANG! MUNAS XI PPNI CETAK SEJARAH, APRI SUNADI NAKHODAI 1,5 JUTA PERAWAT INDONESIA

Wwwbysertipikor.com

BENGKULU –Bukan sekadar musyawarah. Ribuan perawat dari Sabang sampai Merauke benar-benar mengguncang Bumi Rafflesia! Munas ke-XI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) resmi jadi panggung konsolidasi terbesar sepanjang sejarah organisasi.

Munas XI PPNI, hajatan akbar 5 tahunan organisasi profesi terbesar di Indonesia dengan 1,5 juta anggota. Bukan seremonial. Dua agenda panas yang menentukan nasib perawat 5 tahun ke depan: 1. Bedah total AD/ART organisasi, 2. Pemilihan Ketua Umum PPNI 2026-2031.Pertarungan ide dan gagasan paling sengit.

Lebih dari 1.500 delegasi resmi dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota tumpah ruah di Bengkulu. 

Mandailing Natal (Madina) tidak tinggal diam. Empat pendekar perawat Madina turun gunung sebagai delegasi resmi:

– H. Hilman, S.K.M– Ketua DPD PPNI Madina

– Ns. Akbar Komaini, S.Kep., M.K.M – Sekretaris / Kepala Puskesmas Siabu (juru bicara Madina di Munas)

– Damrah Hasibuan, S.Kep– Bendahara

– Todi Alamsah, SST, M.K.M – Waka Bidang Hubungan Antar Lembaga

Puncaknya, Apri Sunadi – mantan Bendahara Umum PPNI yang dikenal lihai mengelola keuangan organisasi, resmi terpilih sebagai Ketua Umum PPNI Periode 2026-2031. Sosok teknokrat yang dipercaya melanjutkan bahtera besar PPNI.

Digelar 9-11 Oktober 2026 di Provinsi Bengkulu. Detik-detik penentuan Sabtu (11/10/2026) pukul 15.00 WIB, palu diketuk, Apri Sunadi sah pimpin perawat Indonesia.

Ini bukan ganti ketua biasa. PPNI sedang di persimpangan jalan:

– Tuntutan kesejahteraan perawat honorer & PPPK yang belum tuntas

– Perlindungan hukum perawat di lapangan yang masih lemah

– Persaingan global tenaga kesehatan

Munas ini adalah jawaban. AD/ART baru akan jadi senjata hukum untuk memperjuangkan nasib perawat di Senayan.

Pemilihan berlangsung demokratis, alot, dan penuh lobi. Apri Sunadi unggul karena rekam jejak bersih sebagai Bendum dan didukung mayoritas wilayah Sumatera dan Jawa.

Kebenaran hasil ini dikonfirmasi langsung utusan Madina.

 “Munas ini sangat krusial, membahas AD/ART dan pemilihan Ketum. Terpilih Apri Sunadi sebagai Ketum PPNI 2026-2031 yang sebelumnya Bendum. Ini momentum penguatan solidaritas perawat,” tegas Ns. Akbar Komaini, http://S.Kep., M.K.M kepada wartawan, Sabtu (11/10) via pesan singkat dari Bengkulu.

Dengan terpilihnya Ketum baru, DPD PPNI Madina di bawah komando H. Hilman siap tancap gas. Puskesmas Siabu sebagai basis Akbar Komaini diharapkan jadi percontohan nasional penguatan peran perawat di garda terdepan.

Munas XI Bengkulu bukan akhir, tapi awal perang baru perawat Indonesia merebut kesejahteraan yang layak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *