Wwwbisertipikor.com – Mandailing Natal – Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyikapi pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan Sekretaris Desa (Sekdes) Pintu Padang Jae dalam aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)-Madina. Isu tersebut mencuat setelah sejumlah pemberitaan media menyebut adanya dugaan insiden di kawasan pertambangan ilegal tersebut. Seorang pria yang disebut…
WBP Wanita Lapas Labuhan Ruku Latihan Menari Sambut HUT RI Ke-81, Tanamkan Nasionalisme Dan Lestarikan Budaya
Batu Bara// Dalam rangka menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mengasah bakat seni, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menggelar kegiatan latihan menari bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Wanita. Kegiatan berlangsung pada Selasa (11/8/2026) sebagai persiapan menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Jum’at,14/8/2026.
Latihan intensif ini dipandu langsung oleh petugas pemasyarakatan wanita di lingkungan Lapas Labuhan Ruku. Suasana latihan berlangsung antusias dan penuh semangat, menjadi wadah positif bagi para WBP wanita untuk mengekspresikan kreativitas diri selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembinaan kepribadian yang berfokus pada pengembangan minat dan bakat di bidang seni tari, sekaligus memupuk rasa cinta tanah air. Pendampingan penuh kesabaran dan keharmonisan dari petugas juga merupakan bentuk pendekatan pengayoman yang inklusif dan edukatif terhadap para warga binaan.
Selain untuk memeriahkan panggung perayaan Kemerdekaan RI, kegiatan ini juga bertujuan mempererat rasa kebersamaan, membangun kepercayaan diri, serta menjaga kesehatan mental dan fisik para WBP wanita melalui aktivitas seni yang produktif.
Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menjelaskan bahwa ruang kreasi positif seperti ini sangat penting dalam proses pembinaan. “Melalui latihan menari, kami ingin menyalurkan bakat seni sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme. Bimbingan petugas wanita tidak hanya memastikan gerakan tarian terpola dengan baik, tetapi juga mempererat ikatan kekeluargaan dan rasa saling mendukung. Program seni budaya seperti ini akan terus didorong agar membentuk karakter WBP yang percaya diri, kreatif, dan berakhlak mulia,” ujarnya.


