Batu Bara, Busertipikor.com Pagi itu, matahari di Desa Pematang Jering, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, terasa cukup hangat. Namun, suasana di salah satu sudut desa tersebut tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah personel kepolisian berpakaian dinas lengkap terlihat menyusuri jalanan desa, bukan untuk melakukan penindakan hukum, melainkan untuk membawa pesan kemanusiaan. Pada Minggu (19/4/2026) pukul…
H+3 Lebaran, Satlantas Polres Batu Bara Sapa Pemudik dan Evakuasi Kendaraan Mogok di Jalinsum
Hari ketiga pasca-perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momen krusial bagi jajaran kepolisian di jalur lintas Sumatera (Jalinsum). Di tengah lonjakan volume kendaraan yang memadati aspal Kabupaten Batu Bara, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara melakukan aksi jemput bola untuk menjamin kelancaran arus balik dan mudik susulan, Senin, 23 Maret 2026.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.45 WIB ini tidak hanya terpaku pada pengaturan lalu lintas statis. Di bawah komando Kasatlantas Polres Batu Bara, AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., personel kepolisian menyisir jalan lintas untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat mobilitas warga.

Salah satu momen yang mencuri perhatian terjadi ketika tim patroli menemukan pemudik yang tertahan di bahu jalan akibat kendala mesin. Tanpa ragu, AKP Simon beserta anggotanya turun tangan langsung membantu menepikan kendaraan dan memberikan bantuan teknis agar mobil pemudik tersebut bisa kembali melanjutkan perjalanan.
”Kami tidak hanya melakukan monitoring arus secara visual, tapi juga aktif bergerak. Fokus kami adalah memastikan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) tetap terjaga, termasuk membantu pemudik yang mengalami gangguan mesin di jalan,” ujar AKP Simon di sela-sela pemantauan lapangan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi kemacetan yang bisa dipicu oleh kendaraan mogok di titik-titik padat kendaraan selama arus Lebaran 2026.

Selain aksi evakuasi, Satlantas Polres Batu Bara juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui program “Sapa Pemudik”. Petugas menghampiri para pengendara di titik perlambatan untuk memberikan imbauan agar tetap menjaga jarak aman dan mematuhi rambu lalu lintas.
Menurut data lapangan, fluktuasi volume kendaraan pada H+3 ini menuntut konsentrasi tinggi dari para pengemudi. Oleh karena itu, kehadiran fisik Polri di tengah jalan lintas dianggap krusial untuk menjaga psikologis pengendara agar tetap tenang meski dalam kondisi padat merayap.

Kehadiran personel kepolisian yang sigap membantu kesulitan warga di lapangan mendapat respons positif. Sejumlah pemudik mengungkapkan rasa terima kasih atas respons cepat petugas yang tidak hanya mengatur jalan, tetapi juga peduli pada kendala teknis kendaraan mereka.
”Sangat terbantu. Tadi mobil sempat mogok dan bingung karena arus padat, tapi bapak-bapak polisi langsung bantu dorong dan cek. Terima kasih atas kehadirannya,” ungkap salah seorang warga yang melintas.
Hingga berita ini diturunkan, situasi arus lalu lintas di Kabupaten Batu Bara dilaporkan berjalan aman dan kondusif. Meski volume kendaraan tinggi, koordinasi lapangan yang apik berhasil menjaga aliran arus tetap stabil tanpa hambatan berarti. (Red/Boys-3 )



