Konsisten Berbagi, Keluarga Pawang Lubis Gelar Aksi “Jumat Berkah” di Kotanopan

Konsisten Berbagi, Keluarga Pawang Lubis Gelar Aksi “Jumat Berkah” di Kotanopan

​KOTANOPAN – Semangat berbagi di hari yang penuh kemuliaan kembali terlihat di wilayah Kotanopan. Tepat pada hari ini, Jumat (27/02), keluarga besar Pawang Lubis kembali melaksanakan aksi sosial bertajuk “Jumat Berkah” yang ditujukan bagi masyarakat sekitar.

​Kegiatan yang sudah menjadi tradisi rutin ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Keluarga Pawang Lubis membagikan paket bantuan (berupa makanan/sedekah) sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama, khususnya warga yang sedang beraktivitas maupun yang membutuhkan di kawasan Kotanopan. Jumat, 27 Februari 2026.Wilayah Kotanopan dan sekitarnya.Mempererat silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial di hari Jumat

​”Kegiatan ini adalah bentuk syukur kami atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Kami berharap apa yang diberikan hari ini dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi keluarga kami maupun bagi masyarakat Kotanopan yang menerima,” ujar perwakilan dari keluarga Pawang Lubis.

​Hingga saat ini, antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Aksi ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut bergerak dalam kegiatan kemanusiaan serupa, demi menciptakan suasana kemasyarakatan yang lebih harmonis di Kotanopan.
Merupakan inisiatif sosial mandiri yang dilakukan oleh keluarga Pawang Lubis untuk menebar kebaikan secara rutin setiap hari Jumat di wilayah Kotanopan, Sumatera Utara.

Read More

Jumat Berkah di Batubara, Polsek Labuhan Ruku Bagikan Takjil untuk Kaum Duafa

Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan terus digaungkan jajaran kepolisian di daerah. Kali ini, personel Polsek Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan takjil kepada kaum duafa dan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di Desa Indrayaman, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Jumat (27/2/2026) sore. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut dipimpin…

Read More

Wujud Kepedulian, Grup Korwasis Bagikan Takjil Gratis untuk Pengendara di Madina

Wujud Kepedulian, Grup Korwasis Bagikan Takjil Gratis untuk Pengendara di Madina

​MADINA, SUMUT – Menjelang waktu berbuka puasa, Grup Korwasis menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menggelar kegiatan pembagian takjil gratis. Aksi ini ditujukan khusus bagi para pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, pada Jumat (27/02/2026).

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Ringgo Siregar sebagai ketua ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya para pekerja dan pengendara yang masih berada di perjalanan saat azan magrib berkumandangan.

​Pengendara roda dua yang melintas di jalur protokol Titik strategis di wilayah Madina,Siabu Sumatera Utara Mempererat silaturahmi antarwarga dan meringankan beban sesama di bulan suci.
​”Kegiatan ini adalah bentuk syukur kami. Kami ingin memastikan para pengendara yang belum sampai di rumah tetap bisa membatalkan puasa dengan layak dan tepat waktu,” ujar Ringgo Siregar di sela-sela pembagian.
​Antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Meski sempat menimbulkan kepadatan arus lalu lintas sesaat, koordinasi tim Korwasis di lapangan memastikan pembagian berjalan tertib tanpa mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya.
​Aksi sosial ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas lain di Sumatera Utara untuk terus menebar kebaikan dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Read More

Sembari Patroli Jalan Lintas, Satlantas Polres Batu Bara Bagikan Sembako di Desa Sumber Padi

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara tidak hanya fokus pada kelancaran arus lalu lintas di jalur lintas Sumatera. Melalui program “Jumat Berkah”, jajaran Satlantas menyambangi warga di Desa Sumber Padi, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, untuk menyalurkan bantuan sosial, Jumat (27/2/2026). ​Kegiatan yang dimulai sejak pukul 11.30 WIB ini mengombinasikan tugas rutin pengamanan…

Read More

Kasat Narkoba Polres Batu Bara Sambangi Panti Asuhan Darut Taufiq, Berbagi Sembako dan Edukasi Bahaya Narkoba

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Batu Bara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui aksi sosial “Jumat Berkah”. Kali ini, rombongan kepolisian menyambangi anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Darut Taufiq, Desa Guntung, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Jumat (27/2/2026). ​Kegiatan yang dimulai sekira pukul 10.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Batu…

Read More

Jebol,Tanggul Buatan Pemkab Madina Asal Jadi,Ratusan Hektar Padi di Huraba Terancam Gagal

Jebol,Tanggul Buatan Pemkab Madina Asal Jadi,Ratusan Hektar Padi di Huraba Terancam Gagal

| Madina – Tanggul buatan asal jadi oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) di Aek Sibontar Bonandolok kecamatan Siabu jebol hanya karena curah hujan yang tergolong sedang,Rabu malam kemarin (25/2/2026).

Nasib petani di Desa Huraba kini terancam puso atau gagal panen, karena ratusan Hektar pade yang sudah selasai tanam, bahkan sebagiannya sudah hampir menguning dikhawatirkan akan rusak karena terendam banjir.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, dimana sejak terjadinya banjir pada bulan November 2025 yang lalu hingga sampai sekarang ini seratusan hektar lahan pertanian di Desa Huraba tidak bisa dikelola dengan baik, maka dikwatirkan akan berpengaruh kepada ketersediaan pangan dan akan berdampak kepada perekonomian masyarakat di Desa tersebut.

“Dulu sebelum jebolnya tanggul aek sibontar pada waktu terjadinya banjir pada bulan November 2025 yang lalu, kalau hujan sedikit lahan pertanian kami tidak terendam, namun sekarang ini hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah terendam banjir,” ujar Salah seoran petani bermarga Pulungan di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Kamis (26/02/2026).

Dilanjutkan Pulungan, beberapa waktu yang lalu kita sebagai petani di Desa Huraba merasa lega karena berdasarkan Janji Bupati Mandailing Natal Tanggul Aek Sibontar diperbaiki dengan menggunakan alat berat, namun yang mengherankan kepada kita sebagai petani, hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah tergenangi air yang mengakibatkan kita sudah beberapa kali melakukan penanaman, namun tetap saja mengalami fuso akibat direndam oleh air.

“Dulu tanggul ini sudah pernah diperbaiki oleh masyarakat petani dengan swadaya masyarakat menggunakan alat berat, namun sejak itu kalau datang hujan sedikit lahan kami tidak tergenangi air, namun kali ini yang diperbaiki oleh Pemerintah hujan sedikit saja lahan pertanian kami sudah digenangi air, apa ini akibat pekerjaan yang asal-asalan kita tidak mengetahuinya, untuk itu kami para petani berharap kepada Bupati Mandailing Natal menelusuri perbaikan tanggul yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu,” harap petani.

Hal yan sama juga disampaikan oleh para petani lainnya, dimana dia mengatakan sejak terjadinya banjir besar beberapa waktu yang lalu hingga sekarang ini mereka sudah mengalami kerugian yang cuiup besar, karena sudah tiga kali melakukan penanaman padi di areal persawahan mereka namun tetap gagal akibat terendam air.

“Kalau seperti ini terus, kita para petani akan mengalami kerugian yang cukup besar lagi, karena setiap kita melakukan penanaman selalu saja direndam air, akibat luapan air sungai Aek Sibontar, padahal beberapa waktu yang lalu sudah di perbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, namun bagaimana perbaikannya kita tidak mengetahui dengan jelas,” ujarnya.

Dilanjutkannya, memang ada desas desus yang kita dengar bahwa perbaikan tanggul tersebut mempergunakan alat berat, namun tidak semua menggunakan alat berat, dimana desas desus yang ada perbaikan tanggul tersebut dilakukan dengan manual, sampai dimanalah kekuatan tanggul dengan menggunakan tenaga manusia.

“Kita berkeyakinan kejadian ini tidak diketahui oleh Bupati Mandailing Nata, untuk itu kita sangat berharap kepada Bupati Mandailing Natal menyelidikinya dengan baik, hal ini demi kelangsungan pertanian di Desa Huraba dan sekitarnya, karena kalau hujan sedikit saja sudah seratusan hektar lahan pertanian masyarakat yang terendam air yang mengakibatkan kerugian yang besar bagi petani, dan akan berpengaruh kepada ketersediaan pangan di Kabupaten Mandailing Natal, karena Kecamatan Siabu merupakan lumbung pangan di Kabupaten Mandailing Natal ini,” tegas para petani

Lahan Petanian warga di Desa Huraba yang dikwatirkan akan mengalami fuso akibat terendam air diduga akibat perbaikan tanggul yang dikerjakan asal-asalan.

Read More

14 Tahun Tanpa Kepastian, Ali mutiara, Desak Pengembalian Hutan Adat dari PT PSU

14 Tahun Tanpa Kepastian, Ali mutiara, Desak Pengembalian Hutan Adat dari PT PSU

Madina ,Belasan tahun menunggu tanpa hasil, masyarakat Lingga Bayu yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Sikap Mandiri akhirnya mencapai titik jenuh. Nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin selama 14 tahun dengan PT Perkebunan Sumatera Utara (PT PSU) dinilai gagal total dalam menyejahterakan rakyat.

Sebanyak 600 anggota KUD yang seharusnya sudah menikmati Sisa Hasil Produksi (SHP) dari kebun produktif, kini hanya bisa gigit jari. Lahan yang diserahkan oleh Lembaga Adat Lingga Bayu dengan harapan menjadi motor penggerak ekonomi warga, justru terbengkalai dan tidak memberikan azas manfaat sama sekali.

Kekecewaan warga semakin memuncak setelah beredarnya informasi dari manajemen PT PSU di Medan yang menyatakan bahwa perusahaan tidak memperoleh penyertaan modal dari APBD Provinsi Sumatera Utara. Kondisi keuangan perusahaan yang tidak likuid ini dinilai menutup pintu rapat-rapat bagi terwujudnya lahan plasma yang dijanjikan.

” Sangat tidak mungkin lahan adat itu menjadi plasma jika perusahaan ‘Bapak Angkat’ dalam kondisi tidak sehat secara finansial. Ini bukan lagi sekadar keterlambatan, tapi bentuk penzaliman terhadap hak-hak masyarakat adat,” ujar Ali Mutiara Rangkuti salah satu anggota KUD Sikap Mandiri, Kamis (26/2).
Di sampaikan Anggota KUD lewat bay WhatsApp pada awak media dan tim

Menyikapi kebuntuan ini, Ali Mutiara tokoh Pantai barat mendesak langkah nyata dari pemangku kepentingan setempat seperti Camat Lingga Bayu dan Pengurus KUD didesak untuk segera memfasilitasi pertemuan dengan Direktur PT PSU serta Gubernur Sumatera Utara guna meminta pengembalian Hutan Adat, agar masyarakat bisa mencari mitra strategis atau “Bapak Angkat” baru yang lebih kompeten dan memiliki modal kuat, dengan persetujuan Bupati Mandailing Natal (Madina).

” Segera melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk mengganti Ketua KUD yang telah mengundurkan diri, demi menjamin legalitas dan kelancaran birokrasi koperasi,” lanjut Ali Mutiara.

” Kami butuh kepastian, bukan janji di atas kertas yang sudah usang selama 14 tahun. Tanah itu adalah tanah adat kami, tujuannya untuk kesejahteraan, bukan untuk dibiarkan tidur tanpa hasil,” tambahnya lagi.

Read More

Patroli Malam Polsek Labuhan Ruku Antisipasi Tawuran dan Gangguan Kamtibmas di Batu Bara

Personel Polsek Labuhan Ruku melaksanakan patroli malam guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Patroli digelar secara mobile menggunakan kendaraan dinas dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas….

Read More

Grebek Gubuk di Medang Deras, Sat Resnarkoba Polres Batu Bara Ringkus Pemilik Ganja Kering

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Batu Bara kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, petugas berhasil meringkus seorang pria terduga pengedar daun ganja kering di kawasan Kecamatan Medang Deras, Selasa (24/2/2026). ​Tersangka yang diamankan berinisial I alias Atan (48), seorang wiraswasta warga Dusun Masjid Barat, Desa Lalang, Kecamatan…

Read More

Sat Samapta Polres Batu Bara Perketat Pengamanan Pasar Tumpah, Antisipasi 3C Selama Ramadhan

Personel Satuan Samapta Polres Batu Bara melaksanakan pengamanan di sejumlah pasar tumpah yang tersebar di wilayah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB hingga selesai itu difokuskan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah potensi kejahatan 3C—pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan…

Read More