busertipikor.com || Pelalawan – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada Rabu, 18 November 2026, suasana di Desa Makmur, Kabupaten Pelalawan, terpantau kondusif. Masyarakat menunjukkan sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan terhadap calon kepala desa. Hal itu terlihat dari deretan baliho para calon kepala desa yang terpasang di sepanjang jalan utama Desa Makmur. Baliho…
Tolak Wacana Jabatan Kades Seumur Hidup, Kades Muara Lawai Edi Wanseri: Jabatan Adalah Amanah, Saya Siap Diuji Kembali di Pilkades Mendatang
Muara Enim//buser tipikor com Sikap berprinsip dan demokratis ditunjukkan oleh Kepala Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Edi Wanseri. Ia secara tegas menyatakan menolak wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa hingga seumur hidup.
Pernyataan tersebut disampaikannya sebagai bentuk komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi dan regenerasi kepemimpinan di tingkat desa.
“Dengan kerendahan hati, saya Edi Wanseri, Kepala Desa Muara Lawai, menyatakan menolak tegas wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa dan jabatan seumur hidup. Hal tersebut jelas bertentangan dengan tatanan demokrasi yang kita junjung bersama,” tegas Edi Wanseri kepada , Selasa (16/09/2026).
Menurut Edi, jabatan kepala desa bukanlah hak kepemilikan, melainkan sebuah amanah besar yang dititipkan oleh masyarakat dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan selama mengabdi. Ia akan dimintai pertanggungjawabannya, bukan hanya di hadapan masyarakat, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Ia menilai, ketentuan masa jabatan 8 tahun dalam satu periode saat ini sudah sangat ideal dan cukup untuk membawa perubahan nyata bagi desa.
“Jabatan selama 8 tahun dalam 1 periode cukup untuk membuat perubahan dari sebelumnya. Jika dalam 8 tahun kita tulus bekerja, maka jejak pengabdian itu akan terlihat. Yang dibutuhkan bukan lamanya berkuasa, melainkan ketulusan dalam mengabdi,” tambahnya.
Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi regenerasi kepemimpinan desa.
“Beri peluang regenerasi bagi putra dan putri terbaik desa. Masih banyak anak-anak muda Muara Lawai yang cerdas, kreatif dan berwawasan luas yang harus kita beri kesempatan untuk memimpin desanya di masa depan,” ungkapnya.
Siap Maju Kembali di Pilkades Mendatang
Meski menolak jabatan seumur hidup, Edi Wanseri menegaskan bahwa hal tersebut tidak berarti ia berhenti mengabdi. Ia menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri pada Pilkades periode mendatang melalui mekanisme demokrasi yang sah.
“Namun dalam Pilkades nanti, dengan memohon doa restu seluruh masyarakat, saya akan tetap mencalonkan diri lagi sebagai calon Kepala Desa Muara Lawai untuk periode yang akan datang. Semoga bisa terpilih kembali,” jelasnya.
Edi menekankan ada perbedaan mendasar antara jabatan seumur hidup yang tanpa pemilihan dengan maju kembali melalui Pilkades.
“Saya menolak jabatan seumur hidup karena saya tidak ingin jabatan itu diberikan begitu saja. Saya ingin jabatan itu diuji kembali. Biarlah masyarakat Muara Lawai yang menilai dan memilih secara langsung. Jika rakyat masih percaya, saya siap melanjutkan pengabdian. Jika rakyat menghendaki regenerasi, saya siap menerima dengan lapang dada. Pemimpin sejati bukanlah yang tak tergantikan, melainkan yang menyiapkan penggantinya,” pungkasnya dengan penuh makna.
Pahrul azozi

