Wwwbusertipikor.com MANDAILING NATAL — Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2025, sejumlah desa di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara, tercatat masuk dalam kategori desa tertinggal serta desa berkembang, dengan catatan nihil desa mandiri untuk tahun 2026 masih dalam proses pengimputan Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Sosialisasi Pengimputan Data IDM yang diselenggarakan di Balai…
Dukungan Ketahanan Pangan, Kalapas Labuhan Ruku Tinjau Lahan Pertanian Air Joman Untuk Penanaman Jagung Tahap Ke 2
Asahan// Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sekaligus mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal tersebut diwujudkan melalui peninjauan langsung lahan pertanian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas yang berlokasi di Kecamatan Air Joman oleh Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, S.T., S.H., M.Hum., pada Selasa (28/07/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB diikuti oleh jajaran pejabat struktural, tim ketahanan pangan, serta pengelola lahan pertanian. Fokus peninjauan adalah evaluasi kondisi fisik lahan sebagai persiapan penanaman jagung tahap ke-2, sekaligus memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas meninjau secara langsung berbagai aspek penting, mulai dari proses pengolahan tanah, pembersihan area tanam, kondisi sistem irigasi, hingga kesiapan bibit jagung yang akan digunakan. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap hasil panen siklus pertama sebagai dasar penyusunan strategi pengelolaan lahan yang lebih efektif – mulai dari teknik pengolahan tanah, pemupukan optimal, hingga penggunaan benih unggul guna meningkatkan produktivitas pada musim tanam berikutnya.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai media pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui keterlibatan dalam kegiatan pertanian, WBP tidak hanya memperoleh keterampilan praktis yang bermanfaat sebagai bekal setelah bebas, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Kalapas juga menegaskan pentingnya pengawasan maksimal pada setiap tahapan kegiatan agar proses budidaya jagung dapat berjalan secara aman, tertib, dan menghasilkan produktivitas optimal. Sinergi antara petugas dan seluruh pihak yang terlibat diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Peninjauan ini merupakan bentuk komitmen nyata Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dalam mengoptimalkan aset lahan yang dimiliki untuk mendukung program agribisnis dan pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui penanaman jagung tahap ke-2 ini, kami tidak hanya memberikan bekal keterampilan yang produktif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi juga berkontribusi secara langsung dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional,” tegas Dr. Hamdi Hasibuan.
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan perencanaan matang, pengawasan optimal, serta tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
Melalui optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku berharap program pembinaan kemandirian berbasis pertanian dapat terus berkembang, menghasilkan manfaat yang berkelanjutan, serta menjadi wujud nyata kontribusi Pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Program Ketahanan Pangan Nasional.(A.Nduru)
Sumber : Humas Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku


