Panyabungan// busertipikor.com Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) bersama Universitas Medan Area menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Action (MoA) budidaya pisang kepok di Aula Kantor Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, pada Selasa, 28 April 2026. Penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari beberapa kali pertemuan sebelumnya, termasuk awal tahun ini di Medan. Bupati…
Jamin Ketersediaan Energi dan Stabilitas Pangan, Sat Intelkam Polres Batu Bara Pantau Ketat Stok BBM di Sejumlah SPBU
Personel Sat Intelkam Polres Batu Bara bergerak cepat melakukan monitoring intensif terhadap ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) serta memantau harga kebutuhan pokok (sembako) di seluruh wilayah hukum Polres Batu Bara, Rabu (29/4/2026).
Langkah proaktif ini diambil guna memastikan stabilitas pasokan energi dan pangan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional. Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas menyisir sedikitnya 14 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Kabupaten Batu Bara.

Kapolres Batu Bara melalui Kasat Intelkam menyatakan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta mencegah terjadinya praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Kondisi Stok BBM di Lapangan
Dari data hasil monitoring di 14 lokasi SPBU, didapati kondisi stok yang bervariasi. Beberapa SPBU dilaporkan memiliki stok yang melimpah, seperti SPBU 14-212-251 di Simpang 4 Desa Lalang dengan stok Pertalite mencapai 24.000 liter dan Solar 21.000 liter. Sementara itu, di SPBU 14-212-216 Desa Petatal, stok Pertalite tercatat sebanyak 18.640 liter dan Pertamax 3.340 liter.
Namun, petugas juga menemukan adanya kekosongan stok pada jenis BBM tertentu di beberapa titik. Seperti di SPBU 13-212-102 Desa Perjuangan dan SPBU 13-212-110 Suka Raja yang melaporkan stok Bio Solar nihil. Hal serupa terjadi di SPBU 14-212-254 Desa Binjai Baru di mana Pertamax dan Solar terpantau kosong, meski stok Pertalite masih terjaga di angka 25.000 liter.

Faktor Keterlambatan Distribusi
Menanggapi adanya kekosongan di beberapa titik, pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan para pengelola SPBU. Diketahui bahwa kendala tersebut disebabkan oleh adanya keterlambatan distribusi dari Depot Pertamina Labuhan Belawan.
”Berdasarkan hasil koordinasi, memang sempat terjadi keterlambatan pengiriman. Namun, saat ini distribusi mulai berjalan kembali secara bertahap ke masing-masing SPBU,” ungkap perwakilan personel di lapangan.
Meski terdapat disparitas stok, Sat Intelkam menegaskan bahwa secara umum ketersediaan BBM di Kabupaten Batu Bara masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari. Pihaknya juga memastikan tidak ditemukan antrean panjang yang mengganggu lalu lintas di sekitar area SPBU.

Kamtibmas Kondusif
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pengisian BBM di wilayah hukum Polres Batu Bara dilaporkan berjalan normal. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak panik (panic buying), mengingat pasokan dipastikan akan kembali stabil seiring normalnya jalur distribusi dari pusat.
Selain BBM, petugas juga terus memantau harga sembako di pasar-pasar tradisional untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang memberatkan warga. Situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Batu Bara dilaporkan tetap dalam keadaan aman dan kondusif.
( Red/Boys-3)



